Fikir...

NuffnangX

Tuesday, July 17, 2012

Seni Rupa Rumah Adat Masyarakat Banjar di Banjarmasin


Rumah adat Banjar ada beberapa jenis, tetapi yang paling menonjol adalah Rumah Bubungan Tinggi yang merupakan tempat kediaman raja (keraton). Jenis rumah yang ditinggali oleh seseorang menunjukkan status dan kedudukannya dalam masyarakat. Jenis-jenis rumah Banjar:

1. Rumah Bubungan Tinggi, kediaman raja
2. Rumah Gajah Baliku, kediaman saudara dekat raja
3. Rumah Gajah Manyusu, kediaman "pagustian" (bangsawan)
4. Rumah Balai Laki, kediaman menteri dan punggawa
5. Rumah Balai Bini, kediaman wanita keluarga raja dan inang pengasuh
6. Rumah Palimbangan, kediaman alim ulama dan saudagar
7. Rumah Palimasan (Rumah Gajah), penyimpanan barang-barang berharga (bendahara)
8. Rumah Cacak Burung (Rumah Anjung Surung), kediaman rakyat biasa
9. Rumah Tadah Alas
10. Rumah Lanting, rumah diatas air
11. Rumah Joglo Gudang
12. Rumah Bangun Gudang






1. RUMAH BUBUNGAN TINGGI 
(Istana Raja)

Rumah Bubungan Tinggi Anjungan Kalsel TMII Jakarta



Rumah Bubungan Tinggi di DesaTelok Selong



Ruang Anjung bagian belakang dengan atap jurai disebut Anjung Jurai terdapat di Desa Telok Selong


Rumah Bubungan Tinggi adalah salah satu rumah tradisional suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan dan bisa dibilang merupakan ikonnya Rumah Banjar karena jenis rumah inilah yang paling terkenal karena menjadi maskot rumah adat khas provinsi Kalimantan Selatan.
Ciri-cirinya :
1. Atap Sindang Langit tanpa plafon
2. Tangga Naik selalu ganjil
3. Pamedangan diberi Lapangan kelilingnya dengan Kandang Rasi berukir

Pembinaan 
Pembinaan rumah adat Banjar atau rumah ba-anjung dibuat dengan bahan kayu. Faktor alam Kalimantan yang penuh dengan hutan rimba telah memberikan bahan pembinaan yang melimpah kepada mereka, iaitu kayu. Sesuai dengan bentuk serta binaan bangunan rumah adat Banjar tersebut maka hanya kayulah yang merupakan bahan yang tepat dan sesuai dengan konstruksi bangunannya.

Bahagian Pembinaan Asas Rumah Bubungan Tinggi 
Asas pembinaan dari rumah adat Banjar dapat dibahagikan kepada beberapa bahagian iaitu :
1. Tubuh bangunan yang memanjang lurus ke depan, merupakan bangunan induk.
2. Bangunan yang menempel di kiri dan kanan disebut anjung.
3. Bubungan atap yang tinggi melancip disebut Bubungan Tinggi.
4. Bubungan atap yang memanjang ke depan disebut atap Sindang Langit
5. Bubungan atap yang memanjang ke belakang disebut atap Hambin Awan.
6. Tubuh bangunan induk yang memanjang terus ke depan dibagi atas ruangan-ruangan yang berjenjang lantainya.

Ruangan
Ruangan-ruangan yang berjenjang lantainya ialah :
1. Palatar (pendopo atau teras), ruangan depan yang merupakan ruangan rumah yang pertama setelah menaiki tangga masuk. Ukuran luas ruangan ini adalah 7 x 3 meter. Palatar disebut juga Pamedangan.
2. Panampik Kacil, yaitu ruangan yang agak kecil setelah masuk melalui Lawang Hadapan yaitu pintu depan. Permukaan lantainya lebih tinggi daripada lantai palatar. Ambang lantai disini disebut Watun Sambutan. Luas ruangan ini adalah 7 x 3 meter.
3. Panampik Tangah yaitu ruangan yang lebih luas dari panampik kacil. Lantainya juga lebih tinggi dari ruang sebelumnya. Ambang lantai ini disebut Watun Jajakan.
4. Panampik Basar atau Ambin Sayup, yaitu ruangan yang menghadapi dinding tengah (Banjar: Tawing Halat). Permukaan lantainya lebih tinggi pula dari lantai sebelumnya. Ambang Lantainya disebut WatunJajakan, sama dengan ambang lantai pada Panampik Tangah. Luas ruangan 7 x 5 meter.
5. Palidangan atau Ambin Dalam, yaitu ruang bagian dalam rumah yang berbatas dengan panampik basar. Lantai palidangan sama tinggi dengan lantai panampik basar (tapi ada juga beberapa rumah yang membuat lantai panampik basar lebih rendah dari lantai palidangan). 
Karena dasar kedua pintu yang ada di tawing halat tidak sampai ke dasar lantai maka watun di sini disebut Watun Langkahan. Luas ruang ini 7 x 7 meter. Di dalam ruangan Palidangan ini terdapat tiang-tiang besar yang menyangga bubungan tinggi (jumlahnya 8 batang). Tiang-tiang ini disebut Tihang Pitugur atau Tihang Guru.
Panampik Dalam atau Panampik Bawah, yaitu ruangan dalam yang cukup luas dengan permukaan lantai lebih rendah daripada lantai palidangan dan sama tingginya dengan permukaan lantai panampik tangah. Ambang lantai ini disebut pula dengan Watun Jajakan. Luas ruang 7 x 5 meter.
Padapuran atau Padu, yaitu ruangan terakhir bagian belakang bangunan. Permukaan lantainya lebih rendah pula dari panampik bawah. Ambang lantainya disebut Watun Juntaian. Kadang-kadang Watun Juntaian itu cukup tinggi sehingga sering di tempat itu diberi tangga untuk keperluan turun naik. Ruangan padapuran ini dibagi atas bagian atangan (tempat memasak) dan salaian (tempat mengeringkan kayu api), pajijiban dan pagaduran (tempat mencuci piring atau pakaian). Luas ruangan ini adalah 7 x 3 meter.


Hiasan samping atas ruang Palataratau Pamedangan pada Rumah Bubungan Tinggi di Desa Telok Selong.



Tampak Belakang Rumah Adat Banjar



Ukuran
Tampak Belakang Rumah Adat Banjar
Tentang ukuran tinggi, lebar dan panjang setiap rumah adat Banjar pada umumnya relatif berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh karena ukuran pada waktu itu didasarkan atas ukuran depa atau jengkal.
Ukuran depa atau jengkal tersebut justru diambil dari tangan pemilik rumah sendiri; sehingga setiap rumah mempunyai ukuran yang berbeda.
Ada kepercayaan di sana yang mengatakan bahwa setiap ukuran haruslah dengan hitungan yang ganjil bilangan ganjil.
Penjumlahan ganjil tersebut tidak saja terlihat di dalam hal ukuran panjang dan lebar, tapi juga sampai dengan jumlah hiasan tangga, anak tangga, layang-layang puncak dan lain-lain.
Jikalau diukur, maka panjang bangunan induk rumah adat Banjar pada umumnya adalah 31 meter sedang lebar bangunan induk adalah 7 meter dan lebar anjung masing-masing 5 meter.
Lantai dari permukaan tanah sekitar 2 meter yaitu kolong di bawah anjung dan palidangan; sedangkan jarak lantai terendah rata-rata 1 meter, yaitu kolong lantai ruang palatar.

Tata ruang dan kelengkapan
Pintu belakang dari Rumah Banjar
Tata ruang rumah tradisional Bubungan Tinggi membedakan adanya tiga jenis ruang yaitu ruang terbuka, setengah terbuka dan ruang dalam.
Ruang terbuka terdiri dari pelataran atau serambi, yang dibagi lagi menjadi surambi muka dan surambi sambutan.
Ruang setengah terbuka diberi pagar rasi disebut Lapangan Pamedangan.
Sedangkan ruang dalam dibagi menjadi Pacira dan Panurunan (Panampik Kacil), Paluaran (Panampik Basar), Paledangan (Panampik Panangah) yang terdiri dari Palidangan Dalam, Anjung Kanan dan Anjung Kiwa, serta Panampik Padu (dapur).
Secara ringkas berikut ini akan diuraikan situasi ruang dan kelengkapannya;
Surambi
Di depan surambi muka biasanya terdapat lumpangan tempat air untuk membasuh kaki. Pada surambi muka juga terdapat tempat air lainnya untuk pembasuhan pambilasan biasanya berupa guci.
Pamedangan
Ruangan ini lantainya lebih tinggi, dikelilingi pagar rasi. Biasanya pada ruang ini terdapat sepasang kursi panjang.
Pacira dan Panurunan (Panampik Kacil)
Setelah masuk Pacira akan didapatkan tanggui basar dan tanggui kacil di arah sebelah kiri, sedangkan arah sebelah kanan terdapat pengayuh, dayung, pananjak dan tombak duha. Di sayap kanan ruangan terdapat gayung, sandal dan terompah tergantung di Balabat Panurunan. Sebagai perlengkapan penerangan dalam ruangan ini terdapat dua buah lampu gantung.
Paluaran (Panampik Basar)
Ruangan ini cukup besar digunakan untuk berbagai kegiatan keluarga dan kemasyarakatan apabila masih kekurangan ruang Tawing Halat yang memisahkan dengan Palidangan dapat dibuka. Di bagian tengah di depan Tawing Halat ini terletak bufet. Di atasnya agak menyamping ke kiri dan ke kanan terdapat gantungan tanduk rusa. Di tengah ruangan terdapat dua buah lampu gantung. Lantainya diberi lampit dan kelengkapan bergerak seperti paludahan, kapit dan gelas, parapen, rehal.
Palidangan (Panampik Panangah)
Ruangan ini terdiri dari Paledangan Dalam dan Anjung Kiwa - Anjung Kanan. Fungsi ruang sama dengan Paluaran, namun biasanya diperuntukkan bagi kaum wanita. Di sini terdapat kelengkapan lemari besar, lemari buta, kanap, kendi. Lantainya diberi hambal sebagai alas duduk.
Anjung Kanan - Anjung Kiwa
Ruang Anjung Kanan merupakan ruang istirahat yang dilengkapi pula dengan alat rias dan perlengkapan ibadah. Sedangkan Anjung Kiwa merupakan tempat melahirkan dan tempat merawat jenazah. Di sini juga di beri perlengkapan seperti lemari, ranjang, meja dan lain-lain.
Padu (dapur)
Di samping untuk tempat perlengkapan masak dan kegiatannya, ruang padu ini juga digunakan untuk menyimpan bahan makanan. Perlengkapan umum yang terdapat di dalamnya adalah dapur, rak dapur, pambanyuan, lemari, tajau, lampit dan ayunan anak.
Bentuk arsitektur dan pembagian ruang rumah tradisional Bubungan Tinggi mempunyai kesamaan prinsip antara satu dengan lainnya, dengan perbedaan-perbedaan kecil yang tidak berarti.
Dari sini dapat dilihat bahwa rumah tradisional Bubungan Tinggi tersebut mempunyai keterikatan dengan nilai tradisional masyarakatnya.
Jadi meskipun pada awalnya bentuk tersebut dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan fungsi dan adaptasi terhadap lingkungan, tetapi karena sifatnya yang berulang-ulang kemudian dari bentuk fungsi tersebut berubah menjadi bentuk yang tradisional.

Rujukan :


2. RUMAH BALIKU 
(kediaman saudara terdekat raja)


Gajah Baliku yang dibangun di atas kontur lahan basah/persawahan.

Rumah Gajah Baliku adalah salah satu rumah tradisional suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Rumah Gajah Baliku mimiliki kemiripan dengan Rumah Bubungan Tinggi, tetapi ada sedikit perbedaan yaitu pada Ruang Paluaran (ruang tamu) pada Rumah Bubungan Tinggi keadaan lantainya berjenjang sedangkan pada Rumah Gajah Baliku keadaan lantai ruang Paluaran tidak berjenjang. Hal tersebut karena Rumah Bubungan Tinggi untuk bangunan keraton/ndalem Sultan yang memiliki tata nilai ruang yang bersifat hierarkis.


Kandang Rasi pada Rumah Gajah Baliku di Desa Telok Selong.

Pada Rumah Gajah Baliku, atap ruang Paluaran/Ruang Tamu tidak memakai atap sengkuap (= Atap Sindang Langit) kecauali emper teras paling depan dan memakai kuda-kuda dengan atap perisai (= Atap Gajah) dengan keadaan lantai ruangan datar saja sehingga menghasilkan bentuk bangun ruang yang dinamakan Ambin Sayup. Sedangkan pada kedua anjung sama-sama memakai atap Pisang Sasikat (atap sengkuap).


 Menurut Tim Muskala Depdikbud Kalsel yang pernah mengadakan penelitian rumah Gajah Baliku menyatakan bahwa :
Atap jurai, hidung bapicik bentuk muka (maksudnya atap perisai)
Ambin terbuka kiri/kanan anjung
Atap bubungan tinggi
Atap sindang langit tidak ada kecuali pada kedua anjung
Panampik Kacil tidak ada, yang ada hanya Panampik Basar
Dalam literatur lainnya Tim Muskala Depdikbud Kalsel menyatakan bahwa : Bagian-bagiannya sama dengan rumah Bubungan Tinggi. Yang berbeda adalah atap yaitu
Atap bubungan tingginya sama
Atap kedua anjung, atap sindang langit (maksudnya atap sengkuap)
Atap panampik kacil diganti dengan atap jurai dengan muka hidung bapicik (maksudnya atap perisai)
Atap Panampik Padu beratap jurai.
[sunting]Ruang

Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang
Surambi Sambutan
Palatar/Pamedangan
Ambin Sayup/Paluaran
Palidangan/Panampik Panangah diapit oleh Anjung Kanan dan Anjung Kiwa
Padapuran/Padu
[sunting]Rujukan

Rumah Adat Banjar Gajah Baliku di Banjarmasin (Antasan Kecil), Depdikbud Kanwil Kalsel, Bidang Muskala 1988.
Azan, Seminar Tata Ruang dan Karakteristik Rumah Tradisional Suku Banjar di Kalimantan Selatan, Jurusan Arsitektur Universitas Diponegoro, Juni 1994.



Gajah Baliku yang modern merupakan Kediaman Resmi Wagub Kalsel.




.3.  RUMAH GAJAH MENYUSU 
(kediaman "pagustian" atau bangsawan)



Gajah Manyusu adalah salah satu rumah tradisional suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Pada rumah induk memakai atap perisai buntung dengan tambahan atap sengkuap (Sindang Langit) pada emper depan, sedangkan anjungnya memakai atap sengkuap (Pisang Sasikat) atau dapat pula menggunakan atap perisai. Nammun menurut Tim Muskala (Museum dan Purbakala) Depdikbud Kalsel, menyebutkan bahwa Rumah Gajah Manyusu : " Bentuk sampai dengan anjung sama dengan Gajah Baliku. Yang berbeda adalah adalah bagian padu. Panampik padu diberi dua buah Ambin Sayup yang bentuknya lebih kecil dari anjung dan lebih rendah letaknya".

Ciri-cirinya :
Tubuh bangunan induk memakai atap perisai buntung (bahasa Banjar : atap gajah hidung bapicik) yang menutupi serambi yang disebut pamedangan.
Pada teras terdapat 4 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap yang disebut atap Sindang Langit. Empat pilar penyangga emper depan (karbil) pada teras dapat diganti model konsol.
Pada Tawing Hadapan terdapat tangga naik yang disebut Tangga Hadapan dengan posisi lurus ke depan.
Terdapat Serambi yang disebut Pamedangan yang menggunakan pagar susur yang disebut Kandang Rasi. Serambi dapat dibuat berukuran kecil saja pada salah satu sudut.
Sayap bangunan (anjung) memakai atap sengkuap yang disebut atap Pisang Sasikat seperti pada rumah Bubungan Tinggi.
Pada tipe lainnya sayap bangunan yang disebut anjung menggunakan model Anjung Surung seperti pada rumah Cacak Burung.

Ruang
Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang
Ruang terbuka/teras rumah yang disebut Surambi Sambutan
Ruang setengah terbuka/serambi atas yang disebut Pamedangan
Ruang Tamu yang disebut Ambin Sayup
Ruang Dalam yang disebut Palidangan diapit oleh Anjung terdiri dari Anjung Kanan dan Anjung Kiwa
Pantry yang disebut Padapuran atau Padu
[sunting]Keterangan

"Rumah ini mempunyai ciri pada bentuk atap limas dengan hidung bapicik (atap mansart) pada bagian depannya. Anjung mempunyai atap Pisang Sasikat, sedang surambinya beratap Sindang Langit" 

(Tim Depdikbud, Rumah Adat Banjar dan Ragam Hiasnya, Proyek Rehabilitasi dan Perlusan Museum Kalsel, Depdikbud, 1977/1978).


Rujukan
Tim Depdikbud, Rumah Adat Banjar dan Ragam Hiasnya, Proyek Rehabilitasi dan Perlusan Museum Kalsel, Depdikbud, 1977/1978.
Azan, Seminar Tata Ruang dan Karakteristik Rumah Tradisional Suku Banjar di Kalimantan Selatan, Juni 1994.
[sunting]Pranala luar
Peninggalan Tua Arsitektur Banjar yang mulai Punah (Type Gajah Manyusu)








4. Rumah Balai Laki
(kediaman Menteri dan Punggawa)






Balai Laki adalah salah satu rumah tradisional suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Bentuk atap Balai Laki memakai atap pelana pada rumah induk, sedangkan pada Anjung memakai atap sengkuap yang disebut atap Pisang Sasikat seperti pada rumah Bubungan Tinggi.
Ciri-cirinya :
Memakai tebar layar yang disebut Tawing Layar
Tubuh bangunan induk memakai atap pelana (bahasa Banjar : atap balai laki) yang menutupi serambi pamedangan.
Pada teras (Surambi Sambutan terdapat 4 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap yang disebut atap Sindang Langit. Kadang-kadang pilar ini diganti dengan konsol.
Pada dinding sisi depan yang disebut Tawing Hadapan terdapat 1 pintu masuk yang disebut Lawang Hadapan.
Kadang-kadang pada dinding depan juga terdapat jendela depan (lalungkang hadapan) di sebelah kanan dan kiri pintu masuk.
Pintu dinding tengah (lawang tawing halat) berjumlah 2 buah.
Serambi yang disebut pamedangan menggunakan pagar susur yang disebut Kandang Rasi.
Sayap bangunan (anjung) memakai atap sengkuap/lessenaardak yang disebut atap Pisang Sasikat seperti pada rumah Bubungan Tinggi.
Kadang-kadang memakai bentuk lengkung (gerbang) pada serambi/Pamedangan).
Kadang-kadang terdapat 3 (tiga) buah pintu masuk (lawang hadapan) karena 2 (dua) buah jendela depan diganti menjadi pintu juga.
Kadang-kadang pada teras/Surambi Sambutan juga menggunakan pagar Kandang Rasi.


Ruang

Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang
Palatar Sambutan
Pamedangan
Ambin Sayup
Palidangan diapit oleh Anjung yaitu Anjung Kanan dan Anjung Kiwa
Padapuran/Padu
[sunting]Keterangan

Menurut literatur Tim Depdikbud menyatakan bahwa Balai Laki : "Dalam bentuk umum sama dengan Palimbangan, tapi dengan ukuran lebih kecil. Atap jurai dengan dahi tajam (maksudnya atap pelana) dan diberi sungkul bertatah bisa memakai anjung di belakang sebelah kiri atau tidak".
Dalam literatur lainnya Tim Depdikbud menyatakan bahwa salah Balai Laki yang pernah ditelitinya dengan ciri-ciri: "atap jurai dengan hiasan satu sungkul puncak, anjung sebuah di sebelah kiri atau tidak ada, pintu tawing halat dua buah".
[sunting]Balai Laki vs Palimbangan

Rumah Balai Laki mirip rumah Palimbangan karena sama-sama memakai atap pelana pada bagian depannya tetapi Rumah Balai Laki berukuran lebih kecil daripada rumah Palimbangan. Pada suatu keluarga petani, kadang-kadang rumah Balai Laki tidak memiliki anjung tetapi jelas bukan rumah Palimbangan karena ukurannya yang kecil tersebut, yang biasanya hanya terdiri dari serambi pamedangan, ruang Ambin Sayup, ruang Ambin Dalam (Palidangan) dan ruang Padu. Pada rumah Palimbangan lebih megah dari rumah Balai Laki karena merupakan rumah golongan saudagar besar.
[sunting]Rujukan

Tim Depdikbud Kalsel, Rumah Adat Banjar Balai Laki (Kampung Arab Banjarmasin), Depdikbud Kanwil Kalsel, Bidang Muskala, 1988.





5. Rumah Balai Bini
(kediaman wanita keluarga raja dan inang pengasuh)

Balai Bini adalah salah satu rumah tradisional suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Tubuh bangunan induk memakai atap perisai (bahasa Banjar: atap gajah), sedangkan sayap bangunan (anjung) memakai atap sengkuap/lessenaardak (Bahasa Banjar: atap pisang sasikat).
ipe

Rumah Balai Bini dengan anjung yang memakai atap sengkuap di Kelurahan Benua Anyar, Banjarmasin Timur



Rumah Balai Bini dengan 4 pilar 4 pada teras (Tipe 1)


[sunting]Tipe 1 (Syamsiar Seman)
Menurut Tim Muskala Depdikbud Kalsel yang pernah mengadakan penelitian Balai Bini menyatakan bahwa :
Atap merupakan atap jurai
Atap sindang langit di kedua anjung
Pamedangan disambung dengan atap pisang sasikat
Pamedangan ditutup dengan Kandang Rasi
Paluaran menggunakan tataban
Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang
Palatar Sambutan
Palatar Pamedangan
Ambin Sayup
Palidangan diapit oleh Anjung Kanan dan Anjung Kiwa
Padapuran (Padu)
Jadi dapat diambil kesimpulan ciri-cirinya :
Tubuh bangunan induk memakai atap perisai (bahasa Banjar : atap gajah) yang menutupi serambi pamedangan.
Pada Surambi Sambutan terdapat 4 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap yang disebut atap sindang langit.
Pada dinding depan (Tawing Hadapan) terdapat 1 Lawang Hadapan (pintu masuk), di antara pintu masuk terdapat jendela sebelah kanan dan kiri.
Serambi pamedangan (teras) menggunakan pagar Kandang Rasi.
Sayap bangunan (anjung) memakai atap sengkuap/zaldedaak ( atap pisang sasikat) seperti pada rumah Bubungan Tinggi.
Kadang-kadang 4 (empat) buah pilar penyangga emper depan (karbil) diganti model konsol.
Bagian atas teras (serambi Pamedangan) kadang-kadang memakai bentuk lengkung (gerbang).
Kadang-kadang tedapat 3 (tiga) buah pintu masuk karena 2 (dua) buah jendela diganti menjadi pintu juga.
Kadang-kadang Surambi Sambutan (teras emper) juga menggunakan pagar Kandang Rasi.
[sunting]Tipe 2
Dari literatur diperoleh keterangan rumah adat Balai Bini beratap seperti joglo dengan tambahan atap sindang langit untuk atap surambinya (1).
Kalau diperhatikan ini Balai Bini Tipe 2 merupakan pengembangan Balai Bini Tipe 1 dimana terjadi perluasan dinding dari anjung ke arah depan sedangkan serambi pamedangan tambah melebar ke kiri dan kanan sehingga membentuk bangunan atap joglo/limas (bahasa Jawa : limasan lawakan).


Rumah Balai Bini dengan 6 pilar pada teras (Tipe 2)


Rumah Balai Bini Tipe 2 dengan variasi atap menyerupai atap joglo di Surgi Mufti.

Rumah Balai Bini Tipe 2 dengan variasi atap menyerupai atap joglo di Surgi Mufti.
Ciri-cirinya :
Atap bangunan memakai atap perisai/atap limas yang menyerupai joglo yang menutupi serambi pamedangan.
Terdapat 6 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap (atap sindang langit) pada serambi sambutan.
Pada dinding depan (Tawing Hadapan) terdapat 1 Lawang Hadapan (pintu masuk), di antara pintu masuk terdapat jendela sebelah kanan dan kiri.
Serambi pamedangan (teras) menggunakan pagar Kandang Rasi.
Perluasan dinding anjung ke arah depan serambi pamedangan sehingga membentuk bangunan dengan atap joglo/limas (bahasa Jawa : limasan lawakan).
Contoh Bangunan Balai Bini Tipe 2 yang modern adalah "Gedung Wanita" di Jl. Hasan Basry, kawasan Kayutangi, Banjarmasin.


Rumah Balai Bini tempo dulu
[sunting]Rujukan


Rumah Balai Bini tempo dulu

Tim Depdikbud, Rumah Adat Banjar dan Ragam Hiasnya, Proyek Rehabilitasi dan Perlusan Museum Kalsel, Depdikbud, 1977/1978.
Azan, Seminar Tata Ruang dan Karakteristik Rumah Tradisional Suku Banjar di Kalimantan Selatan, Jurusan Arsitektur Universitas Diponegoro, Juni 1994.





6. Rumah Palimbangan
(kediaman alim ulama dan saudagar)








Palimbangan adalah salah satu rumah tradisonal suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Bumbungan atap rumah Palimbangan pada rumah induk memakai atap pelana dengan tebar layar yang disebut Tawing Layar. Jika memakai anjung maka atapnya juga menggunakan atap pelana dengan Tawing Layar. Pada teras/emper depan ditutup dengan atap sengkuap (atap lessenaardak) yang disebut atap Sindang Langit. Atap Sindang Langit ini menerus ke emper samping sampai di depan Anjung membentuk atap pelana yang sangat lebar.
Rumah Palimbangan diperuntukkan bagi golongan saudagar besar. Rumah Palimbangan berukuranlebih besar dari pada rumah Balai Laki yang juga beratap pelana.
[sunting]Palimbangan dengan anjung memakai Tawing Layar

Rumah Palimbangan ini mempunyai perbedaan dengan tipe lainnya antara lain pada bentuk atap dan ornamen ukiran yang dipakai. Ruang paluarannya beratap pelana dengan hiasan layang-layang di puncak gunungannya. Atap sindang langit untuk surambi juga diteruskan ke samping sehingga membentuk jurai (jurai luar). Atap ini bertemu atap sindang langit pada anjungnya. (1)
Contoh rumah Palimbangan memakai anjung beratap pelana adalah rumah Palimbangan milik Hj. Siti Hawa yang dibangun oleh kakeknya H. Seta terdapat di Kelurahan Pasayangan, Martapura, Banjar.
Ciri-cirinya :
Anjung memakai atap pelana dengan Tawing Layar yang menyambung dengan atap emper samping dan emper depan (Sindang Langit)
Tubuh bangunan induk memakai atap pelana/(bahasa Banjar : atap balai laki) yang menutupi serambi pamedangan.
Bentuk bangunan lebih besar dari rumah Balai Laki.
Pada Surambi Sambutan terdapat 6 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap yang disebut atap sindang langit yang diteruskan ke emper samping kanan dan kiri dengan beberapa buah pilar tambahan.
Pada dinding sisi depan yang disebut Tawing Hadapan terdapat 1 pintu masuk yang disebut Lawang Hadapan.
Serambi pamedangan (teras) menggunakan pagar Kandang Rasi.
Tangga masuk lurus dari arah depan atau menyamping dari kiri kanan dengan jumlah trap ganjil.
Atap anjung diteruskan ke arah depan menyambung atap sindang langit (karbil).
Lawang (pintu) Tawing Halat (dinding tengah) berjumlah 2 buah.
Kadang-kadang ruang anjung diganti dengan "Ambin Sayup" yang beratap pelana dengan pintu masuk samping menjadi semacam pavilyun.
Ada kemiripan dengan rumah Jawa tipe "Kampung Dara Gepak"/rumah "Kampung Lawakan".
Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang
Teras yang disebut Palatar Sambutan
Serambi yang disebut Pamedangan
Ruang Tamu yang disebut Ambin Sayup/Paluaran
Ruang Dalam yang disebut Ambin Dalam/Palidangan dengan dua anjung kiri dan kanan.
Ruang Pantry yang disebut Padapuran/Padu
[sunting]Palimbangan Tanpa Anjung

Ciri-cirinya :
Memakai tebar layar yang dinamakan Tawing Layar.
Tubuh bangunan induk memakai atap pelana yang biasa disebut atap balai laki.
Bentuk bangunan lebih besar dari rumah Balai Laki.
Pada teras (Palatar Sambutan) terdapat 4 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap yang disebut atap Sindang Langit.
Pada dinding depan yang disebut Tawing Hadapan terdapat 1(satu), 2(dua) atau 3 (tiga) buah pintu masuk yang disebut Lawang Hadapan.
Serambi yang disebut pamedangan menggunakan pagar susur yang disebut Kandang Rasi.
Tangga masuk lurus dari arah depan dengan jumlah trap ganjil.
Tidak ada sayap bangunan (anjung).
Pintu dinding tengah (Lawang Tawing Halat) berjumlah 2 buah.
Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang
Teras yang disebut Palatar Sambutan
Serambi yang disebut Pamedangan
Ruang Tamu yang disebut Ambin Sayup/Paluaran
Ruang Dalam yang disebut Ambin Dalam/Palidangan
Ruang Pantry yang disebut Padapuran/Padu
[sunting]Rujukan

Tim Depdikbud, Rumah Adat Banjar dan Ragam Hiasnya, Proyek Rehabilitasi dan Perlusan Museum Kalsel, Depdikbud, 1977/1978.
Azan, Seminar Tata Ruang dan Karakteristik Rumah Tradisional Suku Banjar di Kalimantan Selatan, Jurusan Arsitektur Universitas Diponegoro, Juni 1994.


Sunday, July 8, 2012

DUNIA SENI SILAT MELAYU (DSSM) kali ke 3 (Bahagian 2)


Setelah tamat sessi Suaikenal, berTAARUF dan Sembang Santai... Maka sekarang tibalah pula waktu persembahan silat yang bermula Tari Buka Gelanggang dan Silat Pulut...





Sahabat sedang bersiap sedia membuat rakaman....



Sahabat DSSM dari Perguruan Kuntau Tekpi Malaysia sedang bersiap menyusun anggota untuk persembahan....



Sahabat DSSM dari Perguruan Gayong Makrifat telah bersedia untuk beraksi dengan berbusana seorang Pendekar Melayu...



Mana2 yang telah bersedia dari awal beramah mesra dengan sahabat2 berlainan Perguruan....  Dalam gambar ini Guru Pak Man dari Penchak Silek Kampar berbual mesra dengan sahabat dari Perguruan Seni Silat Bunga Negara Negeri Kedah...



Kumpulan Gendang dan Serunai dari Perguruan Seni Tari Harimau Klang telah mengambil tempat dan membawakan lagu gendang silat pertama sebagai pengenalan.... semuanya muda2 belaka... Alhamdulillah, dan dipimpin oleh Guru Ayah Sulaiman...



2 orang sahabat karib dari Perguruan Gayong Fatani dan Perguruan Warisan Perlis memulakan acara membuka gelanggang....



Tiupan serunai dan pukulan gendang silat semakin rancak....



Rasa bangga apabila melihat kalangan adik2 muda kita masih berminat menjadikan kesenian gendang dan serunai ini sebagai pekerjaan dan hobi di masa lapang... Alhamdulillah, sokong dan galakkan haruslah diberikan kepada mereka ini... Syukur.



Ini dia kumpulan gendang dan serunai dari Perguruan Seni Tari Harimau Klang...



Cikgu Hazuan dari Perguruan Warisan Perlis membuka langkah....





Setiap langkah ada makna dan kiasan tersendiri... mantap gerakannya...




Langkah dan berlangkah.... 







Mengambil tempat....




Satu dua....rapat.... erat,... Ukhwah... makna tu... Bukan saje2...



Lihatlah video permainan dan persembahan dua sahabat baik ni...

MENARIK, KAN?








Setelah selesai acara membuka gelanggang, MC perjumpaan hari ini... Cikgu Mohd Jasiman menjemput sahabat2 DSSM untuk tampil membuat persembahan....



Persembahan dimulakan dengan Tari Pulut Minang dari Perguruan Penchak Silek Kampar oleh Guru Pak Man Kampar... Walau telah berusia tetapi masih gagah memperjuangkan Silat seni warisan ini.....



Ini video persembahan Guru Pak Man Kampar.... 
Cantik, kan?











Adik-adik kecil dari Perguruan Kuntau Tekpi Malaysia tidak sabar membuat persembahan....
Tengah siap sedia...






Yang pula  video persembahan Cikgu Izzudin dari Perguruan Banteng Betawi.... 
Mantap, kan?

Seni Jawa ni... Wakil Johor...







Yang pula  video persembahan Cikgu Md. Gadaffi dari Perguruan Keris Melayu Lok 9.... 
Mantap, kan?




Yang ini pula video persembahan Cikgu Amirul Nai dari Perguruan Kuntau Tekpi Malaysia....

Datang sejauh Alor Star, Kedah ke Kuala Lumpur semata2 ingin bertemu sahabat2 
DUNIA SENI SILAT MELAYU...

Beliau seorang Professor di sebuah universiti utara tanahair....

Hebat, kan?








Bersambung ke DUNIA SENI SILAT MELAYU (DSSM) kali ke 3 (Bahagian 3)

Juga DUNIA SENI SILAT MELAYU (DSSM) kali ke 3 (Bahagian 1)















Tuesday, July 3, 2012

DUNIA SENI SILAT MELAYU (DSSM) kali ke 3 (Bahagian 1)


BETAPA KUKUHNYA UKHWAH DAN PERPADUAN ANTARA SAHABAT2 PESILAT DARI BERLAINAN PERGURUAN....




Alhamdulillah... 
MAjlis perjumpaan dan Suaikenal kali ke 3 DUNIA SENI SILAT MELAYU telah berlangsung dengan jayanya pada AHAD, 01hb Julai, 2012, di Taman Tasik Titiwangsa, Kuala Lumpur.

Jutaan Penghargaan dan Terima kasih diucapkan kepada sahabat2 dari:

1. Perguruan Kuntau Tekpi Malaysia, cawangan Pahang
2. Perguruan Kuntau Tekpi Malaysia, cawangan Selangor
3. Perguruan Kuntau Tekpi Malaysia, cawangan Kedah
4. Perguruan Kuntau Tekpi Malaysia, cawangan Kuala Lumpur
5. Perguruan Kuntau Tekpi Malaysia, cawangan Negeri Sembilan
6. Perguruan Silat Tari Harimau
7. Perguruan Lintau Asli Malaysia
8. Perguruan Seni Buah Lian
9. Perguruan Pusaka Gayong Malaysia
10. Perguruan Bunga Negeri Kedah
11. Perguruan Cemara Bugis
12. Perguruan Lian Yunani
13. Perguruan Si Guntur Alam
14. Perguruan Harimau Minangkabau
15. Perguruan Cimande Tanah Baru
16. Perguruan Gayong Fatani
17. Perguruan Pendekar Gayong Tujuh Pahang
18. Perguruan Penchak Silek Kampar
19. Perguruan Gayong Maarifat
20. Perguruan Lian Padukan
21. Perguruan Gayong Ghaib Harimau Malaysia
22. Perguruan Perguruan Setiabakti
23. Perguruan Silat Melayu Keris Lok 9
24. Perguruan Cekak Malaysia
25. Perguruan Gayong Malaysia
26. Perguruan Habib Hamid
27. Perguruan Gerak Cepat




Dan tak lupa jutaan TERIMA KASIH kepada pihak berkuasa :

Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (DBKL)
- Tuan Mohammad Yusoff dan Tuan Bistamam

Polis Di Raja Malaysia (PDRM) IPD Sentul
- Koperal Nordin dan Koperal Samsul (cawangan Khas)

Polis Di Raja Malaysia (PDRM) IPKKL
- Inspektor Zulkifli (cawangan Khas)

Alhamdulillah, syukur kepada ALLAH. Tamat sudah majlis DSSM(3) dan segalanya telah selesai dengan baiknya.
Terima kasih kepada semua rakan2 yang hadir dan membantu menjayakan sepanjang perjalanan majlis kita ini.

Jika ada kekurangan disepanjang majlis berlangsung, kami para admin DSSM memohon ribuan ampun dan atas segala kekurangan tersebut dari tuan2 semua.

InsyaALLAH, bertemu kita sekali lagi di perjumpaan DSSM(4) nanti...

Salam Hormat dari admin DSSM.

Amin...




Berikut adalah gambar2 sekitar majlis perjumpaan DSSM kali yang ke 3... Walaupun majlis perjumpaan DSSM ini BUKAN MAJLIS BERBAYAR ataupun DIBAYAR, namun kehadiran para sahabat2 silat adalah di luar jangkaan...




Siapakah gerangan pendekar yang berada diatas pokok ini? Hehehe...



Owh... rupa2nya abg Bobby kita.... memang pakar memanjat. 
Pasti mahir ilmu manjat memanjat....



Akhirnya, banner berjaya juga dipasang walau di batang pokok yang lain.... selepas bererapa kali adjustment....



AKHIRNYA... Berkibar juga Banner di DSSM ini... 


Penguatkuasa berkuda DBKL yang datang bersama kami...





Sebelum acara tahlil dimulakan....


Ada yang baru tiba....




Selepas majlis tahlil ringkas, acara suaikenal dan sembang santai pula...


Sesi suaikenal dan sembang2 santai...



Adik2 cilik kita dari Perguruan Kuntau Tekpi Malaysia pun ikut sama...


Tak sangka ramai yang hadir pada perjumpaan kali ini, ini cuma sebahagian sahaja. 
Yang lain masih dalam perjalanan...


Wakil Kuntau Tekpi Malaysia datang dari Alor Star, Kedah...



Khusyuk mendengar celoteh para sahabat yang hadir...


Alhamdulillah, ada yang hadir Berbusana Melayu.....



Ni la wakil Srikandi dari Alor Star, wakil Perguruan Cemara Bugis....


Siap berpedang lagi sahabat kita ini dari Perguruan Gayong Makrifat...





Selesai acara tahlil ringkas dan suaikenal antara pelbagai perguruan, tibalah pula acara yang ditunggu-tunggu iaitu 

ACARA PERSEMBAHAN SILAT DALAM 3 KATEGORI IAITU:

SENI TARI / SILAT PULUT

TEMPUR TANGAN KOSONG

SENJATA MELAYU DAN BERPASUKAN



(untuk maklumat dan gambar penuh acara, sila layari laman 




.








Thursday, June 28, 2012

Kisah Jambu Mawar....


 Assalamualaikum warohmatullah...

Sapa2 kat sini yang pernah makan Jambu Mawar? Buahnya bulat kecil, masak warna merah jambu tetapi waktu warna kekuningan sudah boleh dimakan...

Pertama kali makan buah ni selepas 2 tahun kerja di Shah Alam. Pokok ni tertanam di tepi jalan depan pejabat.
MASALAHNYA, selepas 2 tahun tau baru tahu ada pokok buah jambu yang sedap dimakan kat depan opis ni... teruk...teruk aku ni... Tak peka kepada lam sekitar langsung!!!

Hmmmm... Kenapa namanya JAMBU MAWAR? Pelik, kan?

Sebabnya Jambu Mawar ini wangi, baunya macam bau bunga ROS... 

Kalau nak tahu buahnya, lihatlah gambar ini.... 
3 gambar dibawah ni adalah gambar pokok Jambu Mawar yang diambil didepan pejabat...



Dari jauh....



Makin dekat...



Makin dekat....




Ni rupa buah yang masak, Cantik, kan?




Jambu mawar atau jambu kraton adalah antara suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara, khususnya di Malaysia. Dinamai demikian kerana buah jambu ini memiliki aroma wangian yang keras seperti bunga mawar.


Ini maklumatnya...
Buah jambu mawar biasa dimakan segar, meskipun nilainya masih kalah oleh jambu air, jambu semarang atau jambu bol. Jambu mawar jarang terdapat di pasar, dan hanya dikonsumsi sendiri terutama oleh anak-anak. Buah ini juga sering dimasak atau diawetkan dengan berbagai cara.

Buah tersebut dapat disuling untuk memperoleh ‘air mawar’, serupa dengan yang dapat diperoleh dari daun mahkota bunga mawar. Daunnya disuling untuk mendapatkan minyak atsiri, yang berguna bagi industri wewangian.
Kayu terasnya berat dan keras, sehingga baik untuk konstruksi bangunan asalkan tidak berhubungan dengan tanah. Kayu ini kurang tahan terhadap seranganrayap. Kulit kayunya digunakan sebagai bahan penyamak dan pewarna.
Pohon jambu mawar juga kerap ditanam di taman-taman dan pekarangan sebagai pohon hias (ornamental). Selain itu, bunga-bunganya juga merupakan sumber pakan yang baik bagi lebah madu.[2]
Dari bunga yang diawetkan, dibuat obat tradisional pendingin dan penenang. Kulit kayu dan bijinya juga dimanfaatkan untuk mengobati murus (diare), disentri dan demam.[1]

Sumber rujukan dari Wikipedia.



Sekarang masalahnya pokok tu telah ditebang oleh MBSA, nak cari mana lagi pokok Jambu Mawar ni di Lembah Klang ni...

kalau tiada konservasi dan ditanam oleh masyarakat, maka akan pupuslah lagi satu khazanah alam nusantara!!!!





Adoooooiiiii!!!





Monday, June 25, 2012

MAJLIS PERJUMPAAN SAHABAT DUNIA SENI SILAT MELAYU (3), 2012


Perjumpaan kita kali yang ke 3 
DUNIA SENI SILAT MELAYU' atau 'DSSM'
https://www.facebook.com/groups/57586640075/

Tajuk Perjumpaan:
"SILAT itu SILATURRAHIM, Walau PAHIT semasa bergelanggang, tetapi MANIS di luar gelanggang...."

Tujuan dan matlamat majlis perjumpaan :
Perjumpaan rakan2 Facebook antara pelbagai aliran silat BERTUJUAN untuk MENGERATKAN TALI SILATURRAHIM sesama pesilat yang lama dan yang baru dari pelbagai aliran...

Siapa yang perlu hadir :
Terbuka kepada semua ahli pertubuhan silat yang menjadi rakan dalam group 'Dunia Seni Silat Melayu' (DSSM) ini dan mempunyai kelapangan pada tarikh tersebut.

Orang ramai juga dijemput hadir dan amatlah dialu-alukan...

Pakaian : Bebas
*namun digalakkan bersongkok dan bercapal atau berpakaian silat mahupun pendekar Melayu atau berbusana Melayu


ATURCARA :

08.30 pagi : Mengalu-alukan kehadiran sahabat-sahabat facebook
'Dunia Seni Silat Melayu' (DSSM)

09.00 pagi : Nyanyian Lagu ‘Negaraku’

09.05 pagi : Kata-kata aluan penganjur

09.10 pagi : Bacaan Doa pembuka majlis

09.15 pagi : Tahlil dan Doa sempena kedatangan Ramadhan Al-
Mubarak

09.45 pagi : Rehat, sarapan dan minum pagi

10.00 pagi : Suaikenal dan Sembang Santai antara rakan2 DSSM

12.00 tgh : Persembahan Silat Pulut dan Tari

12.45 tgh : Persembahan Silat Tempur

01.15 tgh : Persembahan Tempur Senjata Melayu

02.00 ptg : Sessi bergambar beramai-ramai

02.00 ptg : Sembang Santai rakan2 DSSM sebelum pulang

02.30 ptg : Selawat beramai-ramai dan bersurai untuk solat Zohor
dan pulang


SEMUA DIJEMPUT HADIR

Semoga perjumpaan kali mendapat rahmat keberkatan dari Allah SWT serta mengeratkan 'Tali Silaturrahim' di kalangan ahli warga Persilatan yang berlainan Perguruan di Malaysia dan juga alam Nusantara...


Nota
*Harap maklum juga pihak penganjur tidak menyediakan sebarang perbelanjaan makan dan minum kerana program ini tiada dana sumbangan dari mana2 pihak.

Sahabat2 DSSM yang hadir DIALU-ALUKAN membawa POT LUCK masing2 ke acara perjumpaan kita ini... Sikit sama dikongsi, Muafakat membawa Berkat...

**Segalanya adalah inisiatif kita sebagai pencinta silat yg ingin berjumpa dan bergabung dalam satu perjumpaan silaturrahim persilatan yg berlainan perguruannya...


Gathering DSSM(1) - 01hb Mei, 2012

Gathering DSSM(2) - 

Ziarah ke 2 Pulau Besar, Melaka...

Bismillahirohmannirrohim...

Dengan Nama ALLAH yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasihani...


Setelah sampai ke rumah dari ziarah ke Pulau Besar, Melaka. Aku pun teringat tentang blog bernama TRANQUILITY HATI ini... Apa nasibnya? Adakah blog ini bakal menjadi seperti blog2 sahabat2 yang lain, yang 'terpadam' secara tiba2... Tiada update, tiada berita.

Apabila scroll ke bawah aku dapati sejak ditinggalkan setahun yang lepas. Jumlah pengunjung adalah seramai 
12,990 orang yang datang melawat!!! Mak aiiii... ramainyer???!!!

Namun... Alhamdulillah... Alhamdulillah. 


Makanya aku berpendapat bahawa selagi kita membawa kebaikkan dan manafaat kepada orang lain samada melalui cara 'TERSURAT mahupun TERSIRAT', dengan niat hati YANG IKHLAS. Maka kebaikkan juga yang akan diperolehi...




Mungkin ini HIKMAH tersembunyi di sebalik ziarah ke Pulau Besar pada hujung minggu tadi...

Syukur, alhamdulillah...







Dibawah ini hamba sertakan sebahagian gambar semasa di Pulau Besar, Melaka...







(Gambar atas) Dalam denai hutan menuju ke Gua Yunus, Pulau Besar yang dipercayai tersimpan harta karun di dalam gua. Pintu gua tersebut khabarnya hanya dapat dilihat semasa air laut surut jauh ke tengah...





(Gambar atas) Air teluk di sebelah Gua Yunus lebih tinggi dari paras air laut yang sedang surut di tengah laut... Tak pelik, kan?







Ni gambar diatas batu besar Gua Yunus (gua dibawahnya...)...



Tapi yang peliknya, KENAPA GAMBAR AKU NI SEPERTI SEORANG PENGKAJI PARANORMAL???

Adoooiiii....



Saja ronda2 kat situ, tapi aku rasa laaaa.... Kalau nak dapatkan Harta Karun tu aku kena bawa kapal selam laaa... macam di bawah ni...








Hehehehe.... :D






Abg Saha - 2.25am







Assalamualaikum...


 Ø¨ِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم




Pada hari ini 25hb Jun, 2012 bersamaan 5 Syaaban 1433 Hijrah, GENAPLAH lebih setahun dan 21 hari BLOG ini sunyi dari sebarang UPDATE mahupun  BERITA...


Dan pada hari ini juga saya terkejut bila mendapati jumlah pengunjung blog ini telah melebih 13,000 orang...


Alhamdulillah dan TERIMA KASIH atas sokongan walaupun pada fikiran saya blog ini bakal 
ditutup kerana saya kesibukkan masa dan banyak berada di laman Facebook terutama di Kumpulan DUNIA SENI SILAT MELAYU (DSSM)..












InsyaALLAH, blog ini akan kembali seperti sedia kala...




Amin...

Saturday, June 4, 2011

Hidup Ini... Apa yg aku melalut ni???

Hidup ini adalah sengsara? Hidup ini adalah sukar? Hidup ini adalah derita?

Jawapannya... TIDAK!!!

Hidup ini sebenarnya adalah satu PERJUANGAN. Namun dalam memperjuangkan kehidupan ini, sering kali kita menghadapi situasi jatuh dan bangun, merasa pahit dan manisnya, buruk dan keindahannya...

Pastinya, segolongan antara kita adalah orang yang tetap bersemangat untuk memperjuangkan hidupnya meskipun mereka sudah terjatuh berkali-kali, tetap bersemangat tanpa rasa jemu dan putus asa. Kata mereka, biarlah apa yang orang lain mahu fikir dan biarlah apa yang orang lain mahu kata, tetapi mereka tak tahu bahawa PAHITnya dan MANISnya aku yang merasa nikmatnya.... Ingat! Disinilah permulaannya perjalanan sebenar makna dan erti kehidupan...

Namun, akan tetapi ada juga segolongan lagi yang mudah putus asa, putus harapan dan lantas segera hanyut dibawa gelombang ganas entah ke mana harga dirinya, emosi, akal dan amanah dari Tuhannya... Mereka lupa bahawa hakikatnya semua manusia itu mempunyai darjat yang sama disisi Tuhannya melain mereka bertakwa dan tawadu'...


Sebenarnya...

Hidup ini sebenarnya tidaklah terlalu sukar melainkan kerana kita tenggelam dalam emosi yang pelbagai. Bila punya masalah, ada masanya kita KUAT bertahan dan ada masanya kita goyah menentang arus. Namun begitu, KEKUATAN itu sebenarnya ada dalam diri... cuma kita lupa bagaimana cara mahu menjanakannya...Hidup adalah pengalaman, bertambahnya pengalaman membuatmu menjadi lebih baik.

Walau hidup tidak mudah bagi siapapun. Tapi kita harus mempunyai kegigihan dan percaya pada diri sendiri. Kita harus percaya bahwa kita diberi suatu bakat dan berapapun pengorbanannya, kita harus mendapatkannya ...

Umpama menanam sebatang Pokok, begitulah hakikatnya kehidupan ini. Dari menyemai biji benih hinggalah membaja, menjaganya hingga menuainya hasil begitulah kehidupan ini.... dengan jagaan yg baik ia akan merimbun tebal, berbuah manis namun masih rendang dan tidak tegak menuding langit. Bak kata pepatah lama :"semakin berisi semakin tunduk...."

Masalah kita adalah buatan manusia, maka dari itu, dapat diatasi oleh manusia. Tidak ada masalah dalam takdir manusia yang tidak terjangkau oleh manusia. Kesukaran yg dihadapi dalam melalui liku-liku "Perjalanan" inilah, baru akan datang kedewasaan kerana menjadi dewasa juga bererti menghadapi, dan bukan menghindar semua krisis yang datang dengan kecekalan, kesabaran dan pengalaman yang mematangkan diri, minda dan jiwa hingga mampu mengenal siapa Pencipta Nya.... *Beruntunglah siapa-siapa yg mendapat hidayah seperti ini...

"Berat mata memandang, berat lagi bahu yg memikul. Namun itu tidak sehebat dan seberat tanggungjawab dan janji yg digalas, berat lagi HATI dan JIWA yg menanggungnya..."

Benar kata-kata diatas itu...


Tetapi bagaimana?

Tidak ada dalam hidup yang harus ditakuti. Yang ada hanyalah tahu BAGAIMANA MEMAHAMINYA....

(1)
JUJUR lah pada diri dan jiwa mu, iaitu zahir dan batinmu harus SEJALAN SEIRING. Jika keduanya tidak sejalan maka engkau akan terus tertekan dan merana. Engkau akan merasa kepayahan untuk menutupi kekurangan dan kekhilafan dirimu dalam menghadapi dugaan dan cobaan yang datang...

Hiduplah engkau dengan secara apa adanya dengan rezeki yang telah diberikan. Bersyukurlah kerana dengan bersyukur itu akan mententeramkan jiwa mu dan akan menambah lagi rezeki pemberian oleh tuhan mu.

Jujurlah engkau kpd dirimu, engkau akan bebas dan ringan melangkah ke mana-mana. Engkau tidak akan dihinggapi rasa was-was dan khuatir terhadap kekurangan dirimu. SERASIkanlah penampilan ZAHIR mu dgn penampilan BATIN mu dengan pandangan kalbu Cinta dan Kasih Sayang kamu kepada alam ini dan segala isinya...


Ingat! Satu harta yang sangat berharga yang jarang dimiliki orang masa kini, itulah KEJUJURAN.

(2)

BERFIKIRAN POSITIF
semasa kesulitan, jangan terlalu emosi akibat perkara yg telah berlalu atau terlalu berfikir tentang masa depan.. Tetapi TATAP lah WAKTU KINI. Masa yang berlalu sudah berlalu, tak akan kembali lagi, masa depan itu belum terjadi jadi kita tak tahu apa yang terjadi dan akhirnya hanya berangan berharap sesuatu. Namun pada masa inilah kita harus menentukan dan membuat keputusan terhadap diri kita.Berfikiran positif dan optimis adalah sangat penting dalam menentukan keputusan yang akan dibawa bakal membawa kehancuran atau kebahagiaan dan kejayaan...

(3)
SYUKURI lah apa yang kamu ada kerana belum tentu kamu mampu mendapat lagi apa yang telah kamu dapat ketika ini. Dan harus diingat bahawa ada insan lain yg lebih sukar hidupnya daripada kamu walau sesukar mana kamu ketika ini.... Sesungguhnya masih banyak orang di dunia yang lebih susah dari kita, maka hentikanlah segala keluhan kita dan bersyukur terhadap apa yang kita punya, apa yang kita ada...

(4)
KETAKUTAN Jangan dijadikan suatu masalah dan alasan kegagalan untuk takut mencuba berjuang dan mencuba lagi , tetapi lihatlah masalah atau kegagalan itu sebagai pendorong kekuatan untuk lebih berjaya.... Ini kerana selalunya kita tidak melihat ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, ada pintu yang lain terbuka. Tetapi seringkali kita melihat ke pintu yang tertutup begitu lama sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah dibuka untuk kita... dan kita tidak akan pernah belajar untuk menjadi berani dan sabar jika yang kita temukan di dunia ini hanyalah sukacita...

(4)
JANJI.
Berpegang teguh pada janji. Apa di kata tetap akan di kota tidak kira lambat atau cepat, namun jangan sesekali mungkir dan khianati janji... Namun
ketika diri kita merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tak akan mengkhianati dan mengecewakan orang lain, kerana kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan... Ingatlah! Hal yang besar bukanlah apa yang terjadi di dalam hidup kita, melainkan apa yang sudah kita lakukan terhadap setiap kejadian di dalam hidup kita...

(5)
HATI -
Hidup adalah pelajaran panjang tentang kerendahan hati kerana disini letaknya kekuatan diri dan penentu kejayaan. Hidup tanpa hati adalah mati kerana jiwa tidak mampu hidup tanpa hati yg tenang dan terang. Hati mampu menyuluh apa yang ada disebalik dinding yang tidak mampu dilihat oleh mata kasar...


Rumusannya:

KEHEBATAN KITA adalah apabila tiada antara kita yg merasa akan KEKALAHAN. Semua sama, semua cantik, semua hebat walau ada perbezaan diantara kita. Namun, KEBAHAGIAAN bukanlah tujuan kehidupan, melainkan hanyalah cara untuk kita menjalani hidup... dan KEBAHAGIAAN bergantung atas pada apa yang dapat kita berikan, bukan pada apa yang kita inginkan. Ingat! Hanya ada satu kebahagiaan dalam hidup iaitu mencintai dan dicintai……

"KENALILAH SIAPA DIRIMU DISISI TUHANMU, MAKA KAMU AKAN MENGENAL KAMU... dan HARAPAN bukanlah mimpi melainkan cara untuk membuat mimpi menjadi sebuah KENYATAAN..."


Amin.... Amin... Amin



Abg Saha - 5.05am
04.05.2011


.